Pengertian dan Jenis Ejaan Kata Secara Lengkap | TeknologiRAF

Pengertian dan jenis ejaan kata – Selamat datang di website TeknologiRAF. Pada kali ini saya akan share mengenai pelajaran Bahasa Indonesia. Pelajaran ejaan kata ini akan keluar di Ujian Nasional SMP, jadi anda sangat perlu untuk mempelajari pengertian dan jenis ejaan kata untuk menghadapi Ujian Nasional nantinya.

Belajar ejaan kata dan jenisnya

Pengertian Ejaan Kata

Ejaan kata merupakan tata bahasa yang mempelajari tentang kaidah penulisan kata. Kata secara sederhana merupakan satuan terkecil yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai arti kata.

Jika kata sudah diwujudkan ke dalam susunan kata berupa kalimat, maka kata tersebut tidak lepas lagi dan sudah menjadi satu kesatuan.

Mereka saling berhubungan mendukung arti dan makna kalimat tersebut. Adanya perubahan pada bentuk kata juga akan membawa perubahan fungsi dan juga arti kata.

Jenis Ejaan Kata

Bentuk kata secara umum, terbagi atas kata dasar (asli) dan kata turunan yang terbentuk karena adanya proses gramatikal atau tata bahasa, seperti afiksasi, reduplikasi, klitika, gabungan kata, preposisi, artikel, dan partikel.

1. Kata dasar

Kata dasar merupakan kata asli yang ditulis sebagai satu satuan dan mempunyai arti secara leksikal atau kamus bahasa Indonesia.

Misal: Mengapa (kakak) (Rofifah) terlambat (datang) dari (kota) (Jakarta)?
Dua kata “kapan”, “terlabat”, dan “dari” bukan kata dasar, melainkan kata tanya, kata berimbuhan, dan preposisi.

2. Kata berimbuhan

Kata berimbuhan merupakan bentuk kata yang kata dasarnya mendapat awalan, sisipan, dan akhiran maupun awalan + akhiran. Kata berimbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Misal:
– datang + kan = datangkan
– me + lambat = melambat
– uji coba + me-kan = mengujicobakan

3. Preposisi

Preposisi atau biasa juga disebut kata depan ke-, di-, pada, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dibelakangnya, kecuali kepada dan daripada yang sudah lazim dianggap satu kata.

Misal:
Dari mana, di mana, ke mana aku tidak peduli pada orang aneh itu.

TRIK PREPOSISI:
Penggunaan preposisi
di- ke- dari- = diikuti kata yang menyatakan tempat.
pada, kepada = diikuti kata menyatakan pelaku dan waktu

– ke tempat sampah BUKAN pada tempat sampah
– pada hari Minggu BUKAN di hari Minggu

4. Artikel

Bentuk artikel adalah pemakaian kata sandang si, sang, syah, hyang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misal: Dengan secepat kilat sang kancil berlari dari kejaran si petani yang marah.

5. Klitika

Klitika merupakan bentuk kata ganti ku-, kau-, -mu, dan -nya yang ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya.

Misal: Silakan semua kauambil jika itu keinginanmu atau kuambil mobilku, rumahmu, dan tanahnya!

6. Gabungan kata

Gabungan kata adalah bentuk senyawa dan unsur serapan yang tidak bisa berdiri sendiri (mandiri) ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misal: adipati, interkota, antarnegara, prajabatan, pascagempa, dwiputra, swadana, subseksi, telepon

7. Kata serapan

Kata serapan merupakan bentuk penyesuaian kata asing ke dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku. Acuan kebakuan dan serapan dapat digunakan dalam KBBI dan pedoman EYD.

Penggunaan kata asing diserap secara langsung dan utuh ke dalam bentuk kata bahasa Indonesia.

Misal:
– System menjadi sistem
– Extreme menjadi ekstrem
– University menjadi universitas

TRIK KATA SERAPAN:
Hanya ada 4 rumus sebagai acuan kata serapan:

1. ___sys menjadi ___sis
2. ___ty menjadi ___tas
3. ___tion menjadi ___si
4. ___zation menjadi ___sasi

8. Kata ganti

Kata ganti (KG) adalah kata yang menggantikan kata benda atau kata yang dibendakan. Kata tersebut dapat berupa orang, benda, hewan, atau tempat. Kata ganti orang dibedakan menjadi kaata ganti orang tunggal dan jamak.

Kata GantiTunggalJamak
1-yang berbicaraakukami, kita
2-yang diajakengkaukalian
3-yang dibicarakandia, iamereka

NOTIFIKASI:
Kata ganti dapat dipahami tiap bentuknya.
Kata ganti ke-1 sebagai orang berbicara.
Kata ganti ke-2 sebagai orang yang diajak berbicara.
Kata ganti ke-3 sebagai orang yang dibicarakan.

9. Partikel

Bentuk partikel -lah, -tah, -kah ditulis dengan cara serangkai, sedangkan untuk partikel -pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya kecuali kata yang sudah lazim ditulis serangkai, seperti bagaimanapun, meskipun, walaupun, adapun, maupun, biarpun, sungguhpun, kalaupun, dan sekalipun.

Misal: Bacalah buku itu sekalipun bel berbunyi telah dua atau tiga kali pun.

Itulah tadi pengertian dan jenis ejaan kata. Tunggu terus artikel kategori Bahasa Indonesia lainnya hanya di TeknologiRAF. Terima kasih.

Tags:
author

Author: 

Saya adalah Founder dari TeknologiRAF, saya tertarik dibidang tulis menulis terutama menulis di dalam sebuah website.

Tinggalkan saran dan kritik yang sopan di bawah.