15 Peninggalan Kerajaan Majapahit Beserta Gambar Lengkap

Sejarah Indonesia 0

Peninggalan Kerajaan Majapahit – Halo, selamat pagi semuanya, selamat datang di website TeknologiRAF yang akan memberikan informasi seputar Kerajaan Majapahit yang masuk ke dalam pelajaran sekolah Sejarah Indonesia.
Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang berkembang di Indonesia dan sekitarnya, bahkan wilayah kekuasaannya bisa dibilang lebih besar dibanding wilayah Indonesia sekarang ini. Pada artikel sebelumnya saya sudah bahas mengenai penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit, yaitu ada 5, silahkan di baca.

Selain luasnya daerah kekuasaan, Kerajaan Majapahit juga terkenal dari Gajah Mada yang mempunyai sumpah Palapa. Nah, pastinya semua kerajaan mempunyai beberapa peninggalan, contohnya adalah candi, prasasti, arca, dll. Berikut adalah peninggalan Kerajaan Majapahit.

15 Peninggalan Kerajaan Majapahit

1. Arca Emas

Arca emas peninggalan Majapahit

Arca emas peninggalan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit yang pertama adalah arca emas. Arca Emas peninggalan Kerajaan Majapahit ini dicetak dari emaspara yang menggambarkan seorang bidadari Kerajaan Majapahit yang anggun.

Arca ini terlihat sekali gaya Majapahit yang menggambarkan zaman keemasan nusantara.

2. Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang peninggalan Majapahit

Candi Wringin Lawang peninggalan Majapahit

Candi ini berada di daerah Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Candi Wringin Lawang ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit abad ke 14.

Candi ini menggunakan bahan bata merah yang memiliki ukuran seluas 13 x 11 meter dengan tinggi 15,5 meter. Tipe candi ini termasuk ke dalam tipe gerbang terbelah. Gaya arsitektur seperti ini juga banyak ditemukan pada arsitektur Bali.

Banyak spekulasi mengenai fungsi utama dari candi Wringin Lawang ini, ada yang sepakat merupakan pintu masuk ke kediaman mahapatih Gajah Mada, ada yang sepakat juga merupakan pintu masuk ke dalam kompleks bangunan ibu kota Kerajaan Majapahit.

3. Candi Tikus

Candi Tikus Trowulan

Candi Tikus Trowulan

Candi Tikus merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Candi Tikus berjarak 13 KM dari Kota Mojokerto.

Candi ini ditemukan pada tahun 1914 yang sebelumnya tertimbun oleh tanah. Candi Tikus ini juga mengalami pemugaran pada tahun 1984 – 1985.

Candi Tikus ini konon merupakan sebuah tempat pemandian putri-putri Kerajaan Majapahit. Candi ini berbentuk segi empat dengan luas 29,5 x 28,25 meter yang dibuat dari batu bata merah. Letaknya pun lebih dalam 3,5 meter dari tanah di sekitarnya.

Nama tikus merupakan sebutan masyarakat setempat yang konon ketika ditemukan candi ini menjadi sarang tikus yang merupakan hama bagi para petani.

4. Candi Brahu

Candi Brahu Trowulan

Candi Brahu Trowulan

Candi Brahu juga terletak di kawasan Trowulan yang dulunya merupakan ibu kota Kerajaan Majapahit, yang sekarang terdapat di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Nama Brahu berasal dari kata wanaru atau warahu, nama tersebut didapat dari bangunan suci, yaitu Prasasti Alasantan. Sama seperti candi lainnya, Candi Brahu juga dibuat dari batu bata merah yang memiliki ukuran seluas 22,5 x 18 meter dengan tinggi 20 meter.

Banyak para ahli yang mengatakan candi ini dibuat pada abad ke 15. Fungsi utama dari Candi Brahu adalah tempat krematorium atau pembakaran mayat raja-raja. Candi ini juga telah mengalami pemugaran pada tahun 1990 – 1995.

5. Candi Pari

Candi Pari Majapahit

Candi Pari Majapahit

Candi Pari berada di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Candi Pari hanya berjarak 2 KM dari pusat semburan lumpur lapindo.

Candi ini merupakan bangunan segi empat yang berbahan dasar batu bata merah. Candi ini merupakan peninggalan Hayam Wuruk pada tahun 1350 – 1389 Masehi.

Menurut laporan J. Knebel, candi ini dibangun untuk mengenang salah satu sahabat atau adik angkat dari putra Prabu Wijaya dan istri yang menolak untuk tinggal di keraton pada masa Kerajaan Majapahit dulu.

6. Gapura Bajang Ratu

Gapura Bajang Ratu peninggalan Majapahit

Gapura Bajang Ratu peninggalan Majapahit

Gapura Bajang Ratu merupakan peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Gapura yang dibangun pada abad ke 14 ini memiliki ukuran seluas 11,5 x 10,5 meter dengan tinggi 16,5 meter dan memiliki pintu masuk selebar 1,4 meter.

Gapura Bajang Ratu ini digunakan sebagai pintu masuk bangunan suci untuk mengenang wafatnya Raja Jayanegara.

Candi ini dipugar dan diresmikan pada tahun 1992 oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

7. Surya Majapahit

Surya Majapahit

Surya Majapahit

Surya Majapahit merupakan lambang yang seringkali ditemukan pada reruntuhan bangunan peninggalan Majapahit.

Surya Majapahit ini berbentuk matahari dengan sudut berjumlah delapan yang di tengahnya terdapat dewa-dewa Hindu.

8. Candi Cetho

Candi Cetho peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Cetho peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Cetho merupakan candi yang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu. Candi ini berada pada ketinggian 1496 MDPL yang tepatnya di lereng Gunung Lawu, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Candi ini masih digunakan sebagai tempat pemujaan bagi warga setempat dan peziarah yang beragama Hindu, atau sebagai tempat pertapaan bagi warga setempat dan peziarah yang menganut kepercayaan asli Jawa atau Kejawen.

9. Candi Sukuh

Candi Sukuh Majapahit

Candi Sukuh Majapahit

Candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang ke sembilan adalah Candi Sukuh. Candi Sukuh terdapat di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Candi sukuh merupakan kompleks candi yang bercorak agama Hindu.

Candi ini juga telah diusulkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia kepada UNESCO dari tahun 1995. Situs ini ditemukan pada masa Inggris di Indonesia pada tahun 1815 oleh Residen Surakata, Johnson.

Struktur dari Candi Sukuh ini mirip dengan budaya Meksiko, Peru, dan juga piramida Mesir.

10. Candi Jabung

Candi Jabung Majapahit

Candi Jabung Majapahit

Candi peninggalan kerajaan majapahit yang ke sepuluh adalah Candi Jabung. Sama seperti Candi Sukuh, Candi Jabung juga merupakan candi bercorak Hindu yang terdapat di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.

Candi ini dibuat dengan menggunakan batu bata merah yang berukuran 35 x 40 meter. Pemugaran juga telah dilakukan pada tahun 1983 sampai 1987. Bangunan candi ini terbagi menjadi 4 bagian, yaitu batur, atap candi, tubuh, dan kaki.

11. Candi Surawana

Peninggalan Majapahit Candi Surawana

Peninggalan Majapahit Candi Surawana

Candi Surawana atau biasa disebut Surowono dalam Bahasa Jawa terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini berjarak 25 KM dari pusat Kota Kediri.

Candi ini diperkirakan telah dibangung pada abad 14 dengan tujuan memuliakan seorang raja Kerajaan Wengker yang bernama Bhre Wengker. Kerajaan tersebut di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Ukuran yang dimiliki candi Surawana ini hanya 8 x 8 meter. Candi ini dibangun dengan menggunakan batu andesit.

12. Candi Wringin Branjang

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Wringin Branjang

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Wringin Branjang

Candi Wringin Branjang merupakan candi yang dibangun dengan menggunakan batu andesit. Struktur candi Wringin Branjang hanya tubuh dan atap saja dengan ukuran 400 x 300 cm dengan tinggi sekitar 500 cm.

Candi Wringin Branjang ini berdiri di kawasan situs Gadungan di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

13. Candi Kedaton

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Kedaton

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Kedaton

Candi peninggalan kerajaan majapahit yang terakhir adalah Candi Kedaton. Candi Kedaton memiliki sebuah makna yaitu candi kedatuan. Di Indonesia telah terdapat 3 buah candi yang bernama Candi Kedaton, yaitu Candi Kedaton Probolinggo, Candi Kedaton Trowulan, dan Candi Kedaton Muaro Jambi.

Sesuai dengan namanya, Candi Kedaton Probolinggo terdapat di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Candi Kedaton Trowulan terdapat di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Dan Candi Kedaton Muaro Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia.

14. Celengan Majapahit

Celengan Majapahit

Celengan Majapahit

Ada sebuah benda yang cukup unik dari salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu adalah celengan.

Pada awalnya celengan ini ditemukan dalam bentuk beberapa pecahan. Celengan ini diperkirakan sudah ada pada abad 14 hingga 15 dan digunakan untuk menyimpan uang.

Beberapa pecahan celengan ini disatukan dan berhasil dibentuk seperti babi, yang sekarang di tempatkan di Museum Gajah, Jakarta. Celengan ini ditemukan di situs Trowulan, Jawa Timur, Indonesia.

15. Uang Gobog Majapahit

Peninggalan Majapahit yang terakhir adalah uang gobog. Uang gobog merupakan salah satu mata uang dari Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu kala. Uang gobog ini dibuat dengan menggunakan tembaga.

Pada sisi depannya terdapat relief wayang dan senjata-senjata yang berbentuk cakra, dan pohon beringin. Pada sisi belakangnya terdapat relief senjata, sesaji, dan pohon.

Itulah ke 15 peninggalan Kerajaan Majapahit, sekarang sudah ketemu kan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas? Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share dan komen artikel ini agar kami bersemangat update artikel bermanfaat lainnya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

Saya adalah Founder dari TeknologiRAF, saya tertarik dibidang tulis menulis terutama menulis di dalam sebuah website.

Related Posts

Tinggalkan saran dan kritik yang sopan di bawah.