Teknologi Blockchain teknologi masa depan?

Teknologi kian berkembang pesat dari tahun ke tahun. Berusaha memenuhi kebutuhan manusia yang berkembang dan menuntut berbagai solusi di banyak bidang. Perkembangan ini dibuktikan dengan adanya teknologi Blockchain yang kini marak diperbincangkan dan sempat menjadi pro kontra di tingkat dunia.

Blockchain adalah sebuah buku besar yang mencatat seluruh transasksi secara permanen menggunakan teknik kriptografi. Jaringan peer to peer membuat teknologi ini diminati karena bersifat aman. Blockchain sangat tepat untuk merekam suatu aktivitas atau peristiwa karena memiliki konsensus yang terdesentralisasi. Inilah penjelasan selengkapnya mulai dari sejarah penciptaan hingga pemanfaatannya.

Sejarah Munculnya Blockchain di Dunia

Pada mulanya, ide mengenai suatu rangkaian blok yang dibuat berdasarkan teknik kriptografi ini sudah pernah dipaparkan oleh Stuart Haber dan Scott Stornetta di tahun 1991. Ide ini berasal dari suatu rancangan mengenai timestamp dokumen yang terjaga agar tahan dari kerusakan. Kemudian di tahun 1992, mereka menginputkan Markle tree ke dalamnya sehingga mampu mengumpulkan file dalam blok.

Kemudian waktu berjalan hingga tahun 2008 seseorang (atau sekelompok) bernama Satoshi Nakamoto menggunakan tenologi blockchain ini pertama kali. Implementasi ini kemudian diberi nama sebaga Bitcoin, sebuah cryptocurrency yang mampu mencatat segala transaksi. Inilah mata uang digital pertama dan terpercaya pada saat itu.

Hingga tahun 2014 terjadi peningkatan ukuran berkas Blockchain pada Bitcoin tersebut. Dari 20 GB menjadi 50 bahkan 100 GB. Pada 2016 lalu, muncullah istilah “blockchain” yang merupakan bersi terbaru dari sebelumnya. Teknologi ini kemudian dikenal sebagai sebuah bahasa pemrograman yang dilengkapi dengan smart contract.

Akses blockchain hingga tahun 2016 masih harus menggunakan mesin yang bernama oracle off-chain. Sehingga ia mampu mengakses data-data maupun peristiwa yang didasarkan pada waktu dan kondisi. Di tahun yang sama National Settlement Depository atau NSD memberlakukan blockchain dalam sistem voting. IBM juga membuka kesempatan untuk menginovasikan teknologi ini.

Pada tahun 2017 hingga 2018 saat ini, teknologi Blockchain sudah banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Berbagai macam platform bermunculan dan menobatkan diri sebagai platform berbasis blockchain. Banyak Cryptocurrency yang mengandalkan sistem ini sehingga menjadi koin digital yang dipasarkan secara aman dan terkontrol dengan adanya smart contract.

Struktur Blockchain

Blockchain secara sederhana dapat dipahami yaitu sebagai sebuah buku besar yang terdesentralisasi. maksudnya adalah, ia mampu mencatat banyak transaksi dari berbagai komputer yang berbeda dimana penyimpanan dan pengaturan tidak terpusat. Data ini dimungkinkan untuk tetap aman dan tidak ada yang bisa mengubah isinya kecuali ia harus mengganti seluruh blok dalam jaringan.

Pengelolaan data pada Blockchain ini adalah secara P2P atau peer to peer. Selain itu, Blockchain juga dikenal sebagai sebuah protokol pertukaran suatu nilai. Ini dilakukan dengan proses yang sangat cepat dan mudah, serta tentunya sangat aman. Di dalam Blockchain terdapat block, bLocktime, dan hard fork.

Macam-macam Blockchain

1. Public Blockchain

Jenis blockchain satu ini tidak mempunyai limit atau batasan akses. Syarat yang dibutuhkan hanya adanya koneksi internet, dengan begitu anda sudah bisa melakukan transaksi. Jaringan ini memanfaatkan dua macam algoritma yaitu Proof of work dan Proof of Stake.

2. Private Blockchain

Berbeda dengan Public Blockchain, Private Blockchain adalah jaringan yang membutuhkan izin dari pihak tertentu. Misalnya, anda adalah seorang administrator sebuah jaringan. Apabila ada orang yang ingin bergabung maka ia harus meminta izin kepada anda. Tidak hanya itu, dalam Private Blockchain akses dibatasi, baik untuk peserta maupun untuk validator.

Private Blockchain ini sangat tepat ditujukan untuk sebuah perusahaan yang tertarik untuk menggunakan teknologi Blockchain. Perusahaan seperti ini biasanya tidak menyukai jaringan publik yang terlalu terbuka. Dalam hal ini, biasanya perusahaan memanfaatkan blockchain dalam hal prosedur akuntansi maupun pencatatan data-data penting untuk menghindari resiko.

3. Blockchain Konsursium

Kedua jenis Blockchain di atas adalah contoh Blockchain yang terdesentralisasi secara penuh. Namun untuk Blockchain Konsorsium, sistem tidak terdesentralisasi secara penuh. Diperlukan izin khusus untuk bisa mengoperasikan atau bergabung. Di dalamnya terdapat beberapa perusahaan yang memegang node dalam jaringan tersebut.

Keuntungan Menggunakan Tenologi Blockchain

1. Jaringan Terdesentralisasi

Jaringan yang terdesentralisasi ini didukung dengan teknik P2P atau Peer to Peer yang memungkinkan penurunan resiko hilangnya data atau manipulasi. Dengan teknik ini, data tidak dipegang oleh satu pihak atau terpusat. Pada umumnya peretas komputer memanfaatkan titik kerentanan pada jaringan. Namun mereka tidak akan menemukannya di dalam jaringan Blockchain.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Ketika seseorang melakukan penambangan, maka node akan mencatatnya dan memvalidasi seluruh transaksi yang berhasil dibuat. Setelah itu node-node tersebut akan mengirimkan dan menyebarkan blok yang telah dibuat ke seluruh node lain.

2. Adanya Smart Contract

Salah satu keuntungan teknologi blockchain selanjutnya adalah fitur smart contract, sebiah kontrak yang akan memastikan bahwa transaksi dilakukan secara aman dan tepat tujuan. Smart contract juga bahkan memastikan transaksi tersebut berjalan tanpa campur tangan manusia.

Kontrak ini akan diaktifkan melalui intruksi yang mewakili suatu perjanjian. Oleh karena itu blockchain sangat tepat untuk diimplementasikan di dalam keuangan dan telekomunikasi.

3. Tidak Terpengaruh Regulasi Pemerintahan dan Mata Uang Manapun

Seringkali blockchain dipilih karena tidak terpengaruh oleh regulasi manapun. Justru blockchain-lah yang membantu sebuah perusahaan atau lembaga untuk lebih profesional dalam mengelola data maupun keuangannya. Cryptocurrency saat ini juga menggunakan jaringan ini, dimana uang digital ini tidak terpengaruh oleh pergerakan uang asli seperti Dollar.

Pemanfaatan Teknologi Blockchain

Teknologi Blockhain telah diimplementasikan dalam berbagai keperluan salah satunya untuk mempercepat penjualan tanah. Di Georgia, proyek ini sedang diujiakn yaitu memasukkan blockchain ke dalam property registry.

Selain itu The Big Four juga mengimplementasikan blockchain ke dalam proyeknya. Mereka telah memasang ATM khusus blockchain di kantor untuk berbagai keperluan pembayaran. Berbagai platform di dunia saat ini sedang gencar menyebarluaskan projek yang berbasis kepada blockchain. Misalnya platform di bidang media sosial, keuangan, investasi, penyewaan mobil, dan lain sebagainya.

Blockchain juga diterapkan di berbagai negara untuk mendukung adanya uang digital. Mereka berharap dengan adanya uang digital ini perekonomian negara biasa terangkat dan menjadi lebih baik. Rusia juga sudah meresmikan penggunaan blockchain di pemerintahan mereka. Ini juga diikuti oleh sejumlah bank untuk mempercepat proses back office pada sistem pembayaran antar nasabah.

Salah satu contoh bank digital yang sudah ada adalah Deliitte dan ConsenSys. Cantonial Bank di Swiss juga mengimplemantasikan teknologi ini dipadu dengan Ethereum. Sebuah inovasi yang sangat besar di bidang perbankan.

IBM juga memanfaatkan teknologi terkemuka ini dalam pendistribusian dan penjualan musik. Dengan adanya blockahin, seniman akan lebih terkontrol. Bahkan blockchain bisa membantu menyebarkan karya-karya musisi ini kepada mereka yang mengidolakan.

author

Author: 

Related Posts

Tinggalkan saran dan kritik yang sopan di bawah.